Perdebatan soal batas humor dan penghormatan terhadap agama kembali mencuat setelah Habib Bahar bin Smith menyoroti materi komedi Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix. Dalam tanggapannya, Bahar menilai salat bukanlah hal yang pantas dijadikan bahan candaan, apalagi jika lelucon itu menyentuh ranah keyakinan umat Islam.
Salat Tak Layak Dijadikan Bahan Tertawaan
Dalam forum yang dihadiri banyak jemaah dan diunggah melalui akun YouTube Pecinta Habaib pada Kamis, 15 Januari, Bahar menegaskan bahwa orang yang tidak memahami agama sebaiknya tidak berbicara terlalu jauh soal urusan keagamaan. Menurutnya, kebebasan berekspresi memang ada, termasuk dalam konteks bercanda, tetapi batas penghormatan tetap harus dijaga.
Bahar menyebut salat sebagai perintah mulia dari Allah SWT yang tidak semestinya direndahkan. Karena itu, ia menilai candaan yang menyerempet ibadah justru berpotensi melukai perasaan umat dan mengurangi kesakralan ajaran yang diyakini.
Soal Penistaan Agama Tidak Boleh Dianggap Sepele
Tak berhenti di situ, Bahar juga mengingatkan bahwa persoalan yang dianggap menistakan agama tidak bisa dipandang ringan. Ia menilai sikap membiarkan hal semacam itu justru membuka jalan bagi orang lain untuk ikut-ikutan melecehkan Islam.
Dalam pandangannya, jika batas itu dibiarkan kabur, maka penghormatan terhadap agama akan makin mudah diabaikan. Karena itu, ia menyerukan agar peristiwa serupa tidak dianggap wajar, terlebih jika disampaikan dalam ruang publik yang luas seperti stand-up comedy.
Pesan Langsung untuk Pandji Pragiwaksono
Bahar juga menyampaikan pesan khusus kepada Pandji Pragiwaksono agar tidak menjadikan salat sebagai bahan ejekan. Ia meminta agar materi komedi tetap berada dalam koridor yang aman dan tidak menyentuh hal-hal yang dianggap suci oleh umat Islam.
Menurut Bahar, humor boleh saja tajam, tetapi tidak seharusnya mengorbankan nilai-nilai agama. Dari pernyataannya, ia ingin menegaskan bahwa kritik terhadap materi komedi bukan semata soal selera, melainkan soal menjaga batas antara kelucuan dan penghinaan.





