Habitat Paus dan Lumba-lumba di Sumatra: Luar Area Lindung

by -33 Views

Ekspedisi OceanX di perairan Indonesia berhasil mengungkapkan bahwa 93 persen habitat paus dan lumba-lumba di perairan barat Sumatra berada di luar area konservasi yang ada. Temuan ini dianggap sangat penting dalam membantu perencanaan konservasi di masa depan. Iqbal Herwata, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia dan penulis utama studi ini, menyatakan bahwa survei ini memberikan data yang diperlukan untuk pengelolaan cetacean di laut lepas Indonesia.

Studi yang dilakukan melalui ekspedisi OceanX Indonesia Mission ini merupakan survei transek udara khusus mamalia laut pertama di perairan barat Sumatra. Berlangsung antara Mei hingga Juli 2024, survei ini melibatkan 15.043 kilometer perjalanan, setara dengan jarak dari Bali ke Kanada. Dalam survei tersebut, 77 penemuan dari 10 spesies cetacean termasuk konfirmasi udara pertama paus pembunuh dan paus pembunuh kerdil.

Analisis dari pola sebaran cetacean menunjukkan adanya tujuh klaster habitat yang berbeda, dipengaruhi oleh perbedaan bentuk dasar laut dan tingkat produktivitas perairan. Temuan ini menekankan bahwa dinamika oseanografi berperan penting dalam menentukan wilayah yang dimanfaatkan paus dan lumba-lumba di perairan barat Sumatra, di luar kawasan konservasi.

Dengan adanya data ilmiah yang tersedia, diharapkan konservasi dan pengelolaan cetacean di Indonesia dapat ditingkatkan. Temuan ini mendukung ide perlindungan spasial yang terarah dan perencanaan ruang laut adaptif, mengarah pada upaya mencapai target 30×45 pada 2045. Konservasi Indonesia juga mencatat bahwa penelitian ini memberikan dasar ilmiah penting untuk merancang perlindungan wilayah barat Sumatra.

Diharapkan temuan ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi dan perlindungan habitat paus dan lumba-lumba, terutama di wilayah laut lepas Indonesia. OceanX, Konservasi Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kolaborasi yang penting dalam menyediakan informasi yang diperlukan untuk upaya konservasi di perairan Indonesia.

Source link