Optimisme Publik Terkait Reformasi Budaya Polri di 2026

by -253 Views

Harapan publik terhadap perubahan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia kembali menguat. Hasil survei terbaru Rumah Politik Indonesia (RPI) menunjukkan mayoritas masyarakat menilai reformasi budaya Polri berpeluang besar terwujud pada 2026, seiring dorongan transformasi yang terus dibangun di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Publik Menilai Arah Perubahan Polri Semakin Jelas

Dalam survei yang dipaparkan Direktur Eksekutif RPI Fernando Emas, responden pada umumnya menyatakan optimisme bahwa Polri akan mengalami perubahan budaya organisasi yang lebih nyata tahun ini. Keyakinan itu tidak hanya bertumpu pada jargon reformasi, tetapi juga pada langkah-langkah yang dianggap mulai terlihat dalam tubuh kepolisian.

Agenda PRESIS, yang menekankan prinsip prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, disebut menjadi fondasi utama dalam upaya pembenahan internal. Publik menilai pendekatan ini memberi arah yang lebih terukur bagi Polri untuk memperbaiki citra sekaligus memperkuat kinerja pelayanan.

Koreksi Internal Jadi Sorotan Utama

Fernando menilai keberanian Polri melakukan pembenahan dari dalam menjadi salah satu alasan mengapa tingkat optimisme masyarakat cukup tinggi. Salah satu indikator yang disorot adalah pembentukan Tim Transformasi Polri oleh Kapolri, yang dipandang sebagai sinyal bahwa perubahan tidak berhenti pada wacana.

Menurut hasil survei itu, masyarakat berharap reformasi budaya tidak hanya menyentuh aspek disiplin dan tata kelola, tetapi juga mendorong lahirnya pola kerja yang lebih dekat dengan kebutuhan warga. Di antaranya melalui penguatan civilian policing, peningkatan pelayanan publik, serta sikap yang lebih responsif terhadap perkembangan kejahatan siber dan transnasional.

Harapan Publik pada Polisi yang Lebih Dekat dengan Warga

Temuan RPI juga menunjukkan bahwa publik masih menaruh ekspektasi besar pada Polri untuk memperkuat community policing. Pendekatan ini dinilai penting agar kepolisian tidak hanya hadir saat penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Dengan modal kepercayaan yang masih dijaga, Polri kini berada dalam sorotan publik untuk membuktikan bahwa reformasi budaya bukan sekadar program jangka pendek. Masyarakat menunggu apakah kepemimpinan saat ini mampu mempertahankan konsistensi perubahan dan menjadikan Polri sebagai institusi yang benar-benar menjadi panutan.

Sumber: Rumah Politik Indonesia (RPI), melalui pemaparan Direktur Eksekutif Fernando Emas.