Isidre Esteve Retak Tulang Dada, Dakar 2026 Berakhir Lebih Cepat
Perjuangan Isidre Esteve di Reli Dakar 2026 harus terhenti lebih awal. Bersama navigatornya, Txema Villalobos, pembalap asal Spanyol itu memutuskan mundur sebelum memasuki hari istirahat di Riyadh, Arab Saudi, setelah mengalami kecelakaan keras pada etape keenam yang membuat keduanya harus dievakuasi dengan helikopter.
Kecelakaan di Kilometer 228
Insiden terjadi saat mereka melaju dengan DKR GR Hilux di kilometer 228. Mobil yang dikendarai Esteve menghantam dinding bukit pasir secara frontal dan menerima kerusakan berat di bagian depan. Benturan itu membuat kondisi keduanya tak memungkinkan untuk melanjutkan lomba.
Esteve mengalami retak pada tulang dada, sementara Villalobos mengalami cedera leher. Dengan kerusakan mobil yang cukup parah, tim tak punya pilihan selain menghentikan partisipasi mereka di ajang reli paling berat di dunia ini.
Kecewa karena Harus Menyerah Saat Mulai Kompetitif
Keputusan mundur ini jelas menyakitkan bagi Esteve. Ia mengaku frustrasi karena harus menutup perjalanan Dakar justru saat performanya mulai menjanjikan. Sebelumnya, ia mencatat hasil terbaiknya di Dakar 2026 dengan finis di posisi ke-21 secara keseluruhan.
Di luar hasil balap, Esteve juga menjadi salah satu suara penting dalam protes terhadap FIA soal urutan start. Aksi tersebut ikut mendorong perdebatan tentang keadilan dalam sistem start kendaraan di Reli Dakar.
Empat Kali Mundur dari Dakar
Ini menjadi kali keempat Isidre Esteve terpaksa mengakhiri Dakar lebih cepat sepanjang kariernya. Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan dari sumber yang mengikuti langsung perkembangan reli tersebut.



