Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh BMKG, lima provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua, diperkirakan akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat selama periode 12-15 Januari. BMKG juga menyatakan bahwa cuaca Indonesia pada umumnya akan didominasi oleh hujan ringan hingga hujan lebat dalam minggu ini.
BMKG menekankan perlunya kewaspadaan terhadap peningkatan intensitas hujan di berbagai daerah, termasuk hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang. Hal ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, khususnya oleh El Niño-Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan fase negatif La Niña lemah, yang dapat meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah Indonesia.
Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di beberapa perairan Indonesia juga dapat memperkaya pasokan uap air. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau aktif di beberapa wilayah, seperti Aceh, Jambi, Riau, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Tengah, yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan cuaca ekstrem resmi yang dikeluarkan oleh lembaga resmi terkait. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Ini adalah peringatan penting dari BMKG untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama selama periode hujan lebat ini. Pastikan untuk selalu memperhatikan informasi terbaru dan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi. Semoga kita semua tetap aman dan terhindar dari dampak buruk cuaca ekstrem.



