Brabec Menang usai Sanders Dapat Penalti

by -243 Views

Riyadh — Etape terpanjang Dakar 2025 berubah jadi panggung drama pada Jumat, saat Daniel Sanders sempat melaju menuju kemenangan sebelum penalti enam menit menggagalkan segalanya. Di lintasan sepanjang 915 kilometer dari Ha’il ke Riyadh, dengan 326 kilometer catatan waktu, balapan motor kembali memperlihatkan betapa tipisnya jarak antara unggul dan tersandung.

Sanders sempat kuasai jalannya lomba

Sanders memulai etape dari posisi ketiga, di belakang Luciano Benavides dan Nacho Cornejo yang membuka rute. Namun, pembalap KTM Factory Racing itu langsung menekan sejak awal. Bahkan sebelum titik pengukuran pertama, ia sudah melewati Cornejo dan mencatat waktu kedua setelah 38 kilometer.

Momentum Sanders makin kuat saat ia berbalik menjadi yang tercepat setelah 78 kilometer. Keunggulannya terus melebar dan setelah 186 kilometer, ia sudah unggul lebih dari tiga menit. Situasi itu sempat membuatnya terlihat berada di jalur aman untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen sementara.

Penalti enam menit ubah hasil akhir

Semua berubah ketika Sanders dijatuhi hukuman enam menit karena melanggar batas kecepatan. Penalti itu langsung memangkas peluangnya dan membuat hasil etape bergeser. Ricky Brabec akhirnya keluar sebagai pemenang etape keenam, memanfaatkan situasi yang terjadi di depan.

Di belakang Brabec, Tosha Schareina finis kedua dengan selisih 1 menit 14 detik, sementara Sanders turun ke posisi ketiga dengan jarak 1 menit 17 detik. Skyler Howes dan Adrien van Beveren melengkapi lima besar, sedangkan Luciano Benavides tetap berada di jalur aman untuk menjaga tempatnya di papan atas.

Klasemen makin rapat jelang hari istirahat

Hasil ini membuat persaingan klasemen semakin panas sebelum para pembalap menikmati hari istirahat. Keunggulan Sanders atas Brabec kini hanya 45 detik, margin yang sangat tipis untuk balapan sejauh Dakar. Benavides masih bertahan di posisi ketiga klasemen sementara, tetapi sudah tertinggal lebih dari 10 menit.

Michael Docherty menjadi pembalap Rally2 terbaik pada etape ini di posisi ketujuh, tepat di depan Toni Mulec. Dengan hasil seperti ini, setiap kesalahan kecil terasa mahal, dan etape panjang dari Ha’il ke Riyadh sekali lagi membuktikan bahwa Dakar bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal disiplin dan ketahanan sampai garis akhir.