Honda kembali mengubah peta dukungan di tim LCR untuk MotoGP musim depan. Setelah kerja sama dengan Idemitsu berakhir pada akhir musim lalu, pabrikan Jepang itu kini mengambil peran lebih besar lewat sponsor utama baru yang tetap membawa semangat pengembangan talenta, khususnya dari Asia. Langkah ini sekaligus menandai babak baru bagi skuad Lucio Cecchinello yang bersiap tampil dengan formasi lebih kuat pada 2026.
LCR Siapkan Dua Motor, Pro Honda Jadi Identitas Baru
Musim 2026 akan menjadi momen penting bagi LCR karena tim ini menurunkan dua motor di grid MotoGP. Selain Castrol Honda LCR yang tetap dikendarai Johann Zarco, motor kedua akan memakai nama Pro Honda LCR. Posisi pembalap utamanya diisi Diogo Moreira, juara Moto2 musim lalu asal Brasil, yang diproyeksikan menjadi wajah baru proyek ini.
Pro Honda Bukan Nama Baru di Paddock MotoGP
Merek Pro Honda sebenarnya sudah lebih dulu muncul di ajang MotoGP. Penampilan perdananya terjadi pada seri penutup musim 2024, Solidarity Grand Prix, ketika Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami tampil sebagai wildcard bersama motor berkelir Pro Honda. Kehadiran merek ini sejak awal memberi sinyal bahwa Honda ingin memperkuat identitas teknis dan komersialnya di lintasan balap.
Dukungan Teknologi dan Target Performa
Pro Honda dikenal sebagai merek global terintegrasi untuk oli dan pelumas Honda, yang dirancang untuk mendukung performa kendaraan. Dalam proyek bersama LCR, merek ini tidak hanya hadir sebagai sponsor, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan keseimbangan antara kecepatan dan keandalan. Dengan dukungan Lucio Cecchinello dan Honda Racing Corporation, kemitraan ini diarahkan untuk memberi nilai lebih bagi tim sekaligus memperkuat citra Pro Honda di mata pengguna Honda di seluruh dunia.
Dalam keterangan yang disampaikan Honda, kerja sama baru ini dipandang sebagai langkah signifikan untuk menjaga daya saing tim tanpa mengorbankan ketahanan teknis. Bagi LCR, masuknya Pro Honda berarti bukan sekadar pergantian nama sponsor, melainkan sinyal bahwa proyek mereka kini memiliki fondasi yang lebih terintegrasi antara balap, teknologi, dan strategi merek.





