Google telah memberikan penjelasan terkait investasi perusahaannya di Gojek yang dilakukan sebelum Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan. Sebagian besar investasi Google dilakukan antara tahun 2017 dan 2021, jauh sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Hal ini diungkapkan oleh perwakilan Google dalam keterangan yang diterima CNN Indonesia.
Menurut Google, investasi mereka pada Gojek tidak terkait dengan upaya jangka panjang perusahaan dalam memperbaiki lanskap pendidikan di Indonesia. Mereka juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan mereka tidak memiliki keterkaitan dengan investasi ini.
Investasi Google ke Gojek menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk program digitalisasi pendidikan tahun 2019-2022. Nadiem Makarim, yang merupakan terdakwa dalam kasus ini, mundur sebagai direksi PT Gojek Indonesia untuk menghindari konflik kepentingan.
Jaksa mengungkapkan bahwa Nadiem merupakan pemilik 99 persen saham di PT Gojek Indonesia. Selain itu, ia mendirikan perusahaan modal asing bernama PT AKAB untuk mengembangkan bisnis transportasi daring. Google pun turut berinvestasi dalam PT AKAB sebagai mitra bisnis yang akan mengembangkan aplikasi Google Maps, Google Cloud, dan Google Workspace untuk keperluan bisnis Gojek.
Meski Nadiem mundur sebagai direksi di PT Gojek Indonesia dan PT AKAB, ia tetap terlibat dalam perusahaan tersebut melalui teman-temannya yang diangkat sebagai direksi. Hal ini dilakukan untuk kepentingan Nadiem dalam mengembangkan bisnisnya.
Google sendiri menegaskan bahwa Chromebook adalah perangkat nomor satu untuk pendidikan K-12 di seluruh dunia, dengan jutaan siswa dan pendidik yang menggunakan perangkat ini. Mereka mengklaim bahwa Chromebook telah membantu memajukan pembelajaran digital di Indonesia.
Selain itu, Google menyediakan lisensi Chrome Education Upgrade (CEU) untuk mengelola perangkat dan infrastruktur keamanan di sekolah. Sistem ini memungkinkan sekolah dan Kementerian untuk mengatur perangkat dengan lebih aman dan efisien. Google menegaskan bahwa ini adalah salah satu cara mereka menjaga agar investasi pemerintah tetap aman dan memberikan manfaat jangka panjang.





