5 Alasan Jadi Rekan Setim Verstappen di Red Bull Adalah Pekerjaan Terburuk

by -21 Views

Sergio Perez adalah pembalap Cadillac yang terus mempersiapkan diri untuk kembali ke Formula 1, namun ketika berada di Red Bull, ia mengakui bahwa tidak pernah bisa memenuhi ekspektasi tim, terlebih lagi ketika jaraknya dengan Max Verstappen begitu dekat. Dalam wawancara di podcast Oso Trava, pembalap asal Meksiko ini mengungkapkan bahwa tim menuntut segalanya darinya, sehingga atmosfer di Red Bull menjadi sangat menegangkan baginya. Meskipun begitu, Perez berusaha untuk memanfaatkan situasi tersebut semaksimal mungkin.

Perez juga mengungkapkan bahwa dia berharap untuk memiliki keterlibatan yang lebih besar dalam pengembangan mobil di tim Red Bull, bukan hanya menjadi pilihan kedua setelah Max Verstappen. Meskipun menyadari bahwa proyek Red Bull lebih fokus pada Verstappen, Perez tetap berusaha untuk memberikan kontribusi maksimal bagi tim. Percakapan terakhirnya dengan Christian Horner juga menunjukkan bahwa Perez memperingatkan Horner tentang kesulitan yang akan dihadapi oleh siapa pun yang menggantikannya, namun Horner tetap yakin dengan keputusannya.

Dengan promosi Lawson sebagai penggantinya, Perez merasa bahwa tidak mungkin menemukan pembalap yang lebih baik untuk mengisi kursi kedua di Red Bull. Horner, meskipun menyadari kesulitan yang akan dihadapi, memutuskan untuk menggunakan Lawson sebagai rekan setim Max Verstappen di musim mendatang. Meskipun demikian, Perez yakin bahwa di bawah asuhan Laurent Mekies, pendekatan terhadap mobil kedua akan menjadi lebih adil untuk rekan setim baru Max Verstappen.

Source link