Pada Selasa, 6 Januari 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kekhawatirannya terkait kebakaran gudang farmasi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Harjono Ponorogo. Mereka berharap insiden ini tidak akan mengganggu proses penyidikan kasus yang melibatkan Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko (SUG). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan harapannya kepada wartawan bahwa proses penyidikan tetap bisa berjalan lancar meskipun terjadi kebakaran tersebut.
Budi juga menekankan pentingnya penyidik mendapatkan semua bukti terkait kasus ini, terutama terkait dugaan suap proyek di RSUD Ponorogo. Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan jabatan dan proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo, serta gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Keempat tersangka tersebut termasuk Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo Yunus Mahatma, Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono, dan Sucipto selaku pihak swasta atau rekanan RSUD Ponorogo.
Klaster dugaan suap dan gratifikasi dalam kasus ini juga sudah diidentifikasi, di mana penerima suap dan pemberi suap sudah ditentukan. Namun, kebakaran di gudang farmasi RSUD Ponorogo pada 4 Januari 2026 menambah kompleksitas penyidikan ini. Meskipun demikian, KPK tetap optimis untuk melanjutkan penyidikan kasus ini dan berharap kejadian kebakaran tidak akan mengganggu jalannya proses hukum.





