Polisi Tangkap Pelaku Jambret di Gereja Jakut

by -152 Views

Jakarta Utara — Aksi penjambretan yang menimpa seorang jemaat gereja di wilayah Jakarta Utara kini mulai terungkap. Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading berhasil mengidentifikasi dua pelaku yang diduga terlibat dalam perampasan telepon genggam dan tas milik korban. Jejak keduanya terendus setelah polisi memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

CCTV Ungkap Aksi Cepat Para Pelaku

Dari hasil pengamatan kamera pengawas, petugas memperoleh ciri-ciri dua pelaku yang beraksi dengan cepat di tengah jalan. Dalam rekaman itu, korban terlihat berusaha mempertahankan tasnya saat salah satu pelaku merampas telepon genggam yang dibawanya. Tarik-menarik tersebut membuat korban terseret beberapa meter dan mengalami luka.

Polisi menyebut proses penyelidikan masih terus berjalan untuk melengkapi alat bukti. Selain menelusuri rekaman CCTV, penyidik juga memeriksa keterangan sejumlah saksi agar rangkaian peristiwa dapat dipastikan dengan lebih jelas.

Kejadian Saat Korban Menuju Gereja

Peristiwa ini sebelumnya dilaporkan setelah seorang perempuan menjadi korban penjambretan saat hendak menuju gereja. Dalam kejadian itu, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati korban secara tiba-tiba lalu merampas tas dan iPhone miliknya.

Dua saksi yang merupakan petugas keamanan setempat ikut melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Saat mencoba mempertahankan barang bawaannya, korban justru terjatuh karena tarikan keras dari pelaku.

Polisi Dalami Identitas dan Peran Pelaku

Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading kini memusatkan penyelidikan pada identitas dua orang tersebut serta peran masing-masing dalam aksi penjambretan. Polisi belum merinci lebih jauh hasil akhir penyidikan, namun langkah-langkah pengumpulan bukti terus dilakukan untuk menyiapkan proses hukum.

Kasus ini menambah daftar kejahatan jalanan yang menyasar warga di ruang publik, bahkan saat korban sedang dalam perjalanan menuju tempat ibadah. Dari keterangan polisi, penelusuran terhadap para pelaku masih berlangsung hingga seluruh rangkaian peristiwa dapat dipastikan secara utuh.