Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026 Jakarta Menyusut: Penyebab Sampah Malam

by -36 Views

Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta diselenggarakan dengan lebih tertib dan ramah lingkungan. Tanpa adanya pesta kembang api, volume sampah yang dihasilkan oleh warga mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, jumlah sampah yang dihasilkan dari perayaan kali ini adalah sekitar 415 meter kubik atau sekitar 91,41 ton, lebih rendah dibandingkan dengan 132 ton sampah pada Tahun Baru 2025. Pembersihan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi mulai dari malam hingga dini hari, meskipun hujan ringan turun di beberapa lokasi.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyatakan bahwa proses pembersihan dilakukan dengan efisien meskipun kondisi cuaca tidak mendukung. Fokus pembersihan adalah pada titik-titik utama perayaan seperti Bundaran HI, Jalan Sudirman–MH Thamrin, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, SCBD, Bursa Efek Indonesia, Monumen Nasional (Monas), dan Jalan Medan Merdeka. Ribuan petugas kebersihan bersama armada pengangkut sampah dikerahkan untuk menjaga Jakarta tetap bersih sebelum Subuh.

Tidak adanya kembang api, situasi cuaca, dan konsep perayaan yang lebih sederhana dianggap menjadi faktor penurunan volume sampah pada perayaan kali ini. Selain itu, kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempat yang tepat juga turut berperan. Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta diwarnai dengan doa bersama lintas iman sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Konsep ini dianggap sejalan dengan upaya menjaga ketertiban, kebersihan, dan nilai kemanusiaan di ruang publik ibu kota. Peran dari petugas kebersihan dan kesadaran masyarakat diapresiasi sebagai faktor penting dalam menjaga kebersihan serta kerapihan selama perayaan berlangsung.

Source link