Masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan diri menyambut Tahun Baru dengan membeli kembang api untuk memeriahkan malam pergantian tahun. Tradisi ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru. Namun, perlu diingat bahwa asap dari pembakaran kembang api bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sama seperti emisi kendaraan, polusi udara yang dihasilkan dari kembang api dapat mengandung partikel halus yang bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan jika terhirup dalam jumlah besar.
Beberapa efek negatif dari kembang api terhadap kesehatan telah didokumentasikan oleh berbagai sumber kesehatan. Diantaranya adalah gangguan pernapasan yang disebabkan oleh pembakaran bahan peledak pada kembang api. Asap kembang api bisa melepaskan polutan berbahaya seperti karbon monoksida, karbon dioksida, sulfur dioksida, dan materi partikulat yang dapat mengiritasi paru-paru dan menyebabkan masalah pernapasan. Selain itu, paparan asap kembang api juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis.
Tak hanya itu, penggunaan kembang api juga dapat merusak kesehatan kulit dengan membuat kulit kering, kusam, dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit dalam jangka panjang. Risiko luka bakar dan cedera fisik selama penggunaan kembang api juga harus diwaspadai. Percikan api atau ledakan petasan yang tidak terkendali bisa menyebabkan luka bakar serius atau cedera bagi individu yang terlalu dekat.
Penggunaan kembang api juga berpotensi memicu serangan epilepsi akibat suara ledakan yang keras. Bahkan, suara ledakan petasan bisa merusak sistem pendengaran dan meningkatkan risiko gangguan pendengaran akut. Serpihan bahan kimia dari kembang api juga bisa melukai mata dan menyebabkan luka bakar hingga kebutaan pada kasus yang ekstrim.
Meskipun menyenangkan, penting bagi masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan saat menyalakan kembang api. Pastikan untuk menjaga jarak, mengenakan masker saat udara buruk, dan berada di tempat yang aman serta berlawanan arah angin untuk menghindari serpihan bahan kimia. Dengan kesadaran akan dampak negatifnya, penggunaan kembang api bisa menjadi lebih aman dan menyenangkan bagi semua orang dalam merayakan Tahun Baru.





