Verstappen Membuktikan Performa Unggul Bersama Red Bull Melawan McLaren

by -39 Views

Pada tahun 2025, Red Bull mencoba sebuah strategi baru dengan satu mobil untuk menghadapi dua pembalap McLaren demi gelar Formula 1. Max Verstappen sebagai pembalap Red Bull menganggap situasi ini justru sebagai keuntungan. Meskipun awalnya Liam Lawson di kursi kedua, namun di gantikan oleh Yuki Tsunoda setelah dua akhir pekan yang buruk. Tsunoda juga mengalami kesulitan dalam konsistensi penampilan dan hasilnya, sehingga untuk tahun 2026 Red Bull beralih ke Isack Hadjar. Hal ini membuat Verstappen harus menghadapi dua pembalap McLaren, yakni Lando Norris dan Oscar Piastri, seorang diri dalam perebutan gelar. Meskipun tidak ada strategi dengan Tsunoda di depan lap, Verstappen merasa lebih suka menjadi pembalap terdepan karena memberinya keleluasaan untuk menyerang dengan lebih agresif. Dengan Norris dan Piastri saling mengambil poin satu sama lain, McLaren dianggap semakin mempersulit strategi. Oleh karena itu, sebagai bos tim, Verstappen selalu menunjuk satu pembalap sebagai nomor satu untuk memudahkan strategi. Dengan adanya dua pembalap McLaren, Red Bull merasa diuntungkan dalam strategi balapan.

Source link