ByteDance, perusahaan induk TikTok, telah menandatangani kesepakatan untuk menjual entitas operasinya di Amerika Serikat (AS) kepada konsorsium yang terdiri dari Oracle, Silver Lake, dan MGX. Dengan kesepakatan ini, saham ByteDance di TikTok AS hanya akan tersisa 19,9 persen. Langkah ini menandai akhir dari ketidakpastian hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun terkait ancaman pemblokiran TikTok di AS.
Kesepakatan tersebut melibatkan pembentukan usaha patungan baru yang akan mengambil alih kendali penuh atas operasional TikTok di AS. Dengan struktur kesepakatan baru, mayoritas kendali akan beralih dari ByteDance ke pihak investor. Konsorsium yang terdiri dari Oracle, Silver Lake, dan MGX akan memegang 80,1 persen saham di perusahaan patungan TikTok USDS Joint Venture LLC yang baru, sementara ByteDance akan mempertahankan 19,9 persen.
Meskipun perusahaan patungan baru akan mengoperasikan aplikasi TikTok di AS, masih ada pertanyaan terkait hubungan bisnis antara perusahaan patungan dan ByteDance. CEO TikTok, Shou Zi Chew, menyatakan bahwa perusahaan patungan akan beroperasi sebagai entitas independen dengan fokus pada perlindungan data AS, keamanan algoritma, moderasi konten, dan perangkat lunak. Entitas TikTok global di AS akan mengelola interoperabilitas produk global dan aktivitas komersial tertentu secara terpisah dari usaha patungan.
Kesepakatan ini dijadwalkan akan ditutup pada 22 Januari, mengakhiri upaya panjang untuk membuat ByteDance melepas bisnisnya di AS atas kekhawatiran keamanan nasional. Anggota Kongres John Moolenaar, yang memimpin Komite Khusus DPR AS tentang China, telah menyatakan bahwa ia akan mengundang pimpinan entitas TikTok baru untuk menghadiri sidang pada 2026. Kesepakatan ini membawa akhir yang diantisipasi dalam situasi TikTok di AS, mengakhiri periode ketidakpastian yang berlangsung selama beberapa tahun.





