Ilmuwan memperkirakan suhu Bumi akan mengalami kenaikan lebih dari 1,4°C di atas level pra-industri pada tahun mendatang. Penggunaan bahan bakar fosil yang terus berlanjut berkontribusi pada peningkatan suhu yang berdampak pada cuaca ekstrem. Badan Meteorologi Inggris memproyeksikan bahwa suhu pada tahun 2026 akan meningkat antara 1,34°C hingga 1,58°C dibandingkan dengan rata-rata periode 1850-1900. Diprediksi bahwa 2026 akan menjadi salah satu tahun terpanas sejak 1850. Karbon yang dilepaskan ke atmosfer akibat pembakaran bahan bakar fosil telah memperburuk cuaca ekstrem dan meningkatkan risiko bencana yang kritis. Ilmuwan mengungkapkan bahwa suhu global selama tiga tahun terakhir kemungkinan telah melampaui 1,4°C, dan 2026 diprediksi akan menjadi tahun keempat berturut-turut yang melebihi batas tersebut. Pemimpin dunia telah berjanji untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5°C sesuai dengan Perjanjian Paris. Meskipun ada lonjakan suhu sesaat di tahun tertentu, capaian tersebut masih cukup memungkinkan untuk dicapai. Ilmuwan memperkirakan bahwa tahun 2026 dapat kembali melebihi pembatasan tersebut, menunjukkan semakin mendekatnya dunia pada target Perjanjian Paris. Proyeksi dari Organisasi Meteorologi Dunia menegaskan bahwa 2025 hampir pasti akan menjadi salah satu tahun terpanas dalam sejarah. Fluktuasi suhu global pada beberapa tahun terakhir disebabkan oleh variasi alami dan peningkatan emisi gas rumah kaca dari berbagai sumber. Keberhasilan menyerap karbon oleh alam juga semakin dipertanyakan.Ini menunjukkan urgensi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Ahli Prediksi Suhu Bumi Meningkat 1,4 Derajat Tahun Depan: Apa Dampaknya?





