Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada awal Desember lalu telah mengungkap dampak mengerikan dari Siklon Tropis Senyar. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa korban jiwa akibat bencana tersebut telah mencapai angka 1.006 jiwa dengan 212 orang masih hilang.
Selain faktor deforestasi di wilayah Sumatra, diketahui bahwa Siklon Tropis Senyar menjadi pemicu dari hujan lebat di sekitar wilayah tersebut. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan siklon tropis? Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklon tropis adalah badai dengan kekuatan besar yang biasanya memiliki radius mencapai 150 hingga 200 kilometer.
Siklon tropis biasanya terbentuk di atas lautan yang memiliki suhu air hangat lebih dari 26,5 derajat Celsius. Angin kencang yang berputar di sekitar pusat siklon memiliki kecepatan lebih dari 63 km/jam. Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot.
Jarangnya siklon tropis terjadi di Indonesia membuat kehadiran Siklon Tropis Senyar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi anomali. Meski sebelumnya tercatat adanya Siklon Tropis Seroja yang juga merusak Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2021. Siklon tropis seperti enggan mendekati khatulistiwa karena perbedaan kecepatan rotasi Bumi yang menghasilkan efek Coriolis.
Meskipun siklon tropis jarang melalui wilayah Indonesia, dampaknya masih bisa dirasakan dalam kondisi cuaca. Siklon tropis yang berdekatan dengan Indonesia dapat menyebabkan cuaca buruk, seperti hujan ekstrem, peningkatan kecepatan angin, dan gelombang tinggi. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, juga mengungkapkan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya aman dari ancaman siklon tropis.
Dengan perubahan iklim dan pemanasan perairan di Indonesia, potensi terjadinya siklon tropis semakin meningkat. Suatu fenomena yang sebelumnya jarang terjadi di Indonesia kini mulai menunjukkan tanda-tanda kelangkaannya dengan banyaknya siklon tropis yang mulai mendekat ke wilayah Indonesia.





