SEA Games 2025 merupakan ajang olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dengan Thailand sebagai tuan rumah. SEA Games diikuti oleh negara-negara di kawasan ASEAN yang berada di bawah naungan Southeast Asian Games Federation (SEAGF), serta dalam pengawasan International Olympic Committee (IOC) dan Olympic Council of Asia (OCA).
Pada awalnya, SEA Games dikenal dengan nama Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games). Ide awal mengenai SEAP Games pertama kali muncul pada tahun 1957 yang dicetuskan oleh Laung Sukhumnaipradit, Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand. Tujuan utamanya adalah untuk mempererat tali persaudaraan antarnegara Asia Tenggara melalui olahraga dan menyamakan standar pengembangan olahraga di negara-negara ASEAN.
SEAP Games pertama kali digelar di Bangkok, Thailand pada Desember 1958. Sejak saat itu, SEA Games diadakan setiap dua tahun sekali. Pada tahun 1977, nama Federasi SEAP resmi diubah menjadi Southeast Asian Games Federation (SEAGF) dan SEAP Games menjadi SEA Games. Dengan bergabungnya Timor Leste pada tahun 2003, SEA Games diikuti oleh 11 negara peserta hingga saat ini.
Keunikan SEA Games adalah keleluasaan bagi negara tuan rumah untuk menambahkan cabang olahraga lokal yang memperkenalkan warisan budaya dan identitas negara. Contohnya adalah Vietnam yang memperkenalkan balap becak dan pencak silat sebagai cabang olahraga tambahan pada 2003. Filipina juga menambahkan lari halang rintang pada SEA Games 2019, sementara Kamboja menampilkan seni bela diri tradisional bokator pada 2023.
SEA Games 2025 menampilkan 50 cabang olahraga dan diselenggarakan di tiga lokasi di Thailand, yaitu Bangkok, Provinsi Chonburi, dan Provinsi Songkhla. Ajang multi-olahraga ini tidak hanya menjadi pesta olahraga, tetapi juga dapat mempererat tali persaudaraan antarnegara di Asia Tenggara melalui kompetisi olahraga yang sengit dan meriah.





