Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat di Aceh Tamiang saat ini adalah listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, kondisi gelap di Aceh Tamiang membuat listrik menjadi kebutuhan mendesak untuk menarik air dari tanah. Selain itu, kebutuhan BBM juga sangat diperlukan dalam situasi tanggap darurat.
Setelah melakukan pemantauan langsung di Aceh, Wamensos mengatakan bahwa beberapa bupati membutuhkan bantuan truk untuk mengangkut logistik dan bantuan. Untuk wilayah yang masih terisolasi, bantuan terus disalurkan melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat hercules. Agus juga menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian dan lembaga di Aceh untuk mendistribusikan bantuan ke daerah terpencil.
Proses penyaluran bantuan saat ini sudah berjalan masif dan aman, namun diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang lebih baik. Agus menegaskan bahwa distribusi bantuan harus dilakukan secara merata ke daerah terpencil. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama dari tim penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mendagri juga mengapresiasi Pemda yang tetap bertahan meski anggaran sisa hanya Rp750 juta menjelang akhir tahun.





