Tim SAR Bencana Aceh-Sumatera Mengalami Kelelahan Ekstrem: Penyebab dan Solusi

by -27 Views

Operasi tanggap darurat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang telah dilakukan oleh tim SAR gabungan mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan ekstrem setelah tujuh hari bertugas tanpa henti. Kabasarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa anggota tim SAR menghadapi kondisi medan berat, komunikasi terputus, dan cuaca ekstrem selama bertugas sejak 25 November 2025. Mereka berjalan kaki di titik terisolir tanpa komunikasi, mengalami kelelahan ekstra dalam lingkungan sulit. Banyak petugas SAR yang sudah bekerja lebih dari 72 jam tanpa henti, khususnya saat banjir bandang dan longsor terjadi secara bersamaan di Agam dan Tapanuli Selatan. Menanggapi kondisi tersebut, Basarnas menambah pasukan cadangan untuk menggantikan personel yang kelelahan dan memastikan operasi evakuasi berjalan optimal. Pusat Pengendalian Operasi memantau bahwa hingga saat ini, sebanyak 33.173 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dukungan pihak-pihak terkait terus mengalir untuk memastikan keselamatan penyelamat dan korban bencana. Tim SAR bertahan dengan sikap profesional dan menunjukkan komitmen tinggi dalam operasi penyelamatan ini.

Source link