Strategi Al Hidayah Istri Bahlil Untuk Pemberdayaan Perempuan

by -27 Views

Pada Minggu, 30 November 2025, Ketua Umum dan Pengurus Ormas Pengajian Al Hidayah periode 2025-2030 dilantik dengan tekad yang kuat untuk memperkuat peran kiprah organisasi perempuan dalam masyarakat. Ketua Dewan Penasihat Pengajian Al Hidayah, Sri Suparni Bahlil, menyatakan bahwa pelantikan ini dilakukan dengan tujuan mengibarkan semangat pengabdian dan kehormatan organisasi ke seluruh Nusantara.

Dalam acara pelantikan di The Grand Platinum Hotel, Sawah Besar Jakarta Pusat, Sri Suparni Bahlil juga menegaskan perlunya penggunaan teknologi digital dalam dakwah dan kegiatan sosial kaum ibu pengajian. Penggunaan platform digital dan media sosial dianggap sebagai sarana strategis untuk memperluas jangkauan dakwah, memperkuat koordinasi, dan menyajikan konten edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hetifah Sjaifudian, Ketua Umum Pengajian Al Hidayah yang baru dilantik, menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan nasional. Selama periode kepengurusan 2025-2030, fokus utama organisasi ini adalah meningkatkan kualitas pengajian, mendorong pemberdayaan ekonomi dan digitalisasi perempuan, serta menjaga nilai-nilai moral, spiritual, dan literasi keluarga di era digital.

Dengan komitmen dan kerja keras, Pengajian Al Hidayah berharap dapat menjadi pelopor transformasi digital dalam ekosistem pemberdayaan perempuan. Melalui kader yang tersebar di seluruh Indonesia, organisasi ini bertekad untuk menyebarkan cahaya dakwah Al Hidayah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara sosial maupun dalam ruang digital.

Source link