Bencana yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah menyebabkan kerusakan besar. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan korban yang meninggal dunia dan hilang akibat bencana tersebut. Korban di Aceh mencapai 54 orang dengan 55 lainnya masih dalam pencarian, sedangkan di Sumatera Utara jumlah korban meninggal mencapai 172 orang dan 147 lainnya masih hilang. Di Sumatera Barat, terdapat 90 orang meninggal dunia dan 87 lainnya belum ditemukan. Kondisi ini membuat kebutuhan akan bantuan logistik, pangan, dan dukungan psikososial semakin mendesak.
Sebagai upaya membantu korban bencana, Paguyuban Alumni Akpol 2005 Tathya Dharaka mengirimkan ribuan paket sembako ke wilayah terdampak. Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk empati dan dukungan moral kepada warga yang terkena banjir bandang, tanah longsor, dan banjir di berbagai wilayah Sumatera. Turut serta dalam pengiriman bantuan ini adalah Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyu Hidayat, yang menyatakan aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, yang berlayar dari Surabaya menuju Sumatera Utara. Di sana, bantuan akan didistribusikan ke berbagai daerah terdampak. Hal ini menjadi wujud komitmen Paguyuban Alumni Akpol 2005 dalam memberikan dukungan kepada korban bencana dan mendorong aksi solidaritas di tengah situasi darurat. Semoga bantuan dan doa yang diberikan dapat memberikan semangat kepada warga Sumatera untuk pulih dan bangkit kembali setelah musibah ini.





