Rais Aam PBNU Menguatkan Pecat Gus Yahya: Tim Pencari Fakta

by -34 Views

Pada tanggal 26 November 2025, jam 00.45 WIB, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Miftachul Ahyar mengumumkan bahwa KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Oleh karena itu, Yahya tidak diperkenankan lagi menggunakan atribut jabatan tersebut. Menurut Kiai Miftachul Ahyar, kepemimpinan PBNU sepenuhnya dipegang oleh Rais Aam setelah pengumuman tersebut. Keputusan dari Syuriah PBNU ini disampaikan sebagai keputusan final, dan segala penggunaan atribut atau pengambilan keputusan atas nama Ketua Umum tidak akan diakui.

Untuk memastikan kelancaran roda organisasi, PBNU akan segera mengadakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat. Dalam menjaga dinamika opini publik dan informasi yang beredar, Kiai Miftachul Ahyar membentuk Tim Pencari Fakta yang diketuai oleh Wakil Rais Aam dan sejumlah pengarah. Beliau juga menegaskan pentingnya tetap menjalankan nilai-nilai Khittah NU, dengan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Seluruh jamaah NU diharapkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT agar dapat menemukan jalan keluar terbaik bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Kepengurusan PBNU selanjutnya sepenuhnya berada di tangan Rais Aam, setelah Gus Yahya tidak lagi menjabat. Oleh KH Sarmidi Husna, sebagai Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dijelaskan bahwa kepemimpinan PBNU saat ini sepenuhnya dipegang oleh Rais Aam setelah Gus Yahya diberhentikan.

Source link