Wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih mengalami gangguan jaringan akibat banjir dan longsor. Operator seluler di wilayah tersebut terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan meskipun dihadapi berbagai kendala, terutama terkait dengan ketersediaan pasokan listrik dan akses transportasi ke lokasi yang sulit. Telkomsel mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen Base Transceiver Station (BTS) mereka terdampak di Aceh, 12 persen di Sumatera Utara, dan 11,03 persen di Sumatera Barat.
Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications and Social Responsibility Telkomsel, menjelaskan bahwa wilayah Aceh masih sangat terdampak oleh gangguan tersebut. Di sisi lain, Nizar Fuadi, VP Network Strategic Collaboration and Settlement Telkomsel, menyatakan bahwa Telkomsel telah menyediakan backup jaringan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi di wilayah-wilayah terdampak.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Indosat, yang mencatat bahwa sebanyak 71,68 persen situs di wilayah Sumatra bagian utara sudah beroperasi kembali. Indosat terus mempercepat pemulihan melalui perbaikan jalur transportasi telekomunikasi dan pendistribusian sumber daya portabel di lokasi terdampak.
Meskipun masih terbatas, upaya pemulihan tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan layanan dasar seperti telepon, pesan singkat, dan layanan data untuk sementara waktu. Indosat menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran layanan dan mendukung kebutuhan komunikasi pelanggan di wilayah terdampak. Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa sekitar 23,4 persen situs di Aceh terdampak, dengan Indosat, Telkomsel, dan XLSmart sebagai penyedia layanan yang terdampak. Di Sumatra Barat, 16 situs Telkomsel juga dilaporkan mengalami gangguan akibat banjir dan longsor.





