Setelah FIA secara resmi mengumumkan diskualifikasi McLaren dari klasifikasi Grand Prix Las Vegas, skenario persaingan gelar juara dunia 2025 berubah drastis. Keputusan diskualifikasi ini membuat Norris tiba di Qatar dengan keunggulan yang solid di klasemen keseluruhan. Namun, sebelumnya, Norris sudah memiliki selisih poin yang cukup besar dari rekan setimnya dan Verstappen. Kini, ketidakpastian menyelimuti posisi pembalap Inggris tersebut. Kini, Norris perlu mempertahankan posisinya di klasemen, sementara Verstappen akan memanfaatkan situasi ini untuk menekan lawan.
Pada posisi kedua klasemen saat ini, Verstappen memiliki tugas sulit untuk mengejar ketertinggalan poin dari Norris. Losail dianggap sebagai trek yang cocok dengan karakteristik McLaren, sehingga Verstappen harus menunjukkan keberhasilan dalam memberikan tekanan kepada McLaren. Kemenangan Verstappen di Las Vegas memberikan mereka peluang untuk meraih gelar juara dunia jika timnya tidak melakukan kesalahan teknis yang fatal. Di sisi lain, McLaren pun berusaha untuk memastikan posisi Norris sebagai pembalap terdepan mereka.
Dalam menghadapi Grand Prix Qatar, Norris dan Verstappen akan bertarung sengit untuk meraih gelar juara dunia. Diskualifikasi McLaren memperumit skenario persaingan gelar dan membuat dua pembalap ini harus bekerja keras untuk meraih posisi terbaik dalam duel terakhir musim ini. Dengan penyesuaian strategi dan taktik yang tepat, kedua pembalap ini akan berusaha untuk mengoptimalkan performa mereka di trek Losail dan Yas Marina. Meski kepastian masih diragukan, namun semangat persaingan keduanya akan menjadi penentu dalam menentukan siapa yang akan keluar sebagai juara musim ini.





