Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri China Li Qiang tidak melakukan pertukaran sapaan selama KTT G20 di Afrika Selatan karena hubungan kedua negara memburuk. Hal ini dipicu oleh pernyataan Takaichi tentang kemungkinan intervensi militer Jepang terhadap Taiwan. Menlu China Wang Yi menilai pernyataan tersebut sebagai sinyal keliru dan garis merah yang tidak boleh dilanggar. Meskipun begitu, Takaichi tetap menegaskan tekad Jepang untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan, konstruktif, dan stabil dengan China. Meski mengakui adanya isu yang membebani hubungan antara kedua negara, Takaichi menekankan pentingnya menguranginya, saling memahami, dan memperkuat kerja sama. KTT G20 juga menjadi ajang Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan PM China Li Qiang, yang menjadi pertemuan debutnya di G20. Perselisihan antara Jepang dan China tidak hanya berkaitan dengan Taiwan, tetapi juga isu sejarah, perbatasan, dan persoalan strategis lainnya. Langkah-langkah peningkatan hubungan antara Jepang dan Filipina dalam kerja sama militer juga dipertimbangkan sebagai respons terhadap meningkatnya agresi Tiongkok.
PM Jepang Takaichi dan PM China Li Qiang di KTT G20 Afsel: Apa yang Terjadi?





