Yann LeCun, seorang ilmuwan kecerdasan buatan terkemuka, akan meninggalkan perusahaan Meta setelah 12 tahun bekerja di sana. Dia berencana untuk meluncurkan startup AI yang fokus pada kecerdasan mesin tingkat lanjut. LeCun bergabung dengan Meta pada tahun 2013 dan membantu mendirikan Facebook AI Research (FAIR), sebuah laboratorium internal yang membantu Meta menjadi pemimpin dalam bidang kecerdasan buatan.
Sebagai salah satu tokoh pendiri kecerdasan buatan modern, LeCun memiliki peran penting dalam Meta Platform dan akan meninggalkan perusahaan pada akhir tahun ini untuk memulai startup AI barunya. Selama lebih dari satu dekade, LeCun memimpin FAIR dan berkontribusi pada pengembangan produk seperti Instagram dan Meta AI.
LeCun akan fokus pada penelitian kecerdasan mesin tingkat lanjut (AMI) dalam proyek barunya bersama Universitas New York. Meskipun meninggalkan Meta, LeCun berencana untuk tetap bermitra dengan perusahaan dalam proyek tersebut. CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan CTO Andrew Bosworth mengakui peran penting LeCun dalam membangun Meta serta kontribusinya terhadap komunitas riset AI global.
Sebagai salah satu “bapak pendiri” deep learning, bersama Geoffrey Hinton dan Yoshua Bengio, LeCun telah meraih berbagai penghargaan prestisius dalam bidang kecerdasan buatan. Kepergiannya dari Meta menandai akhir dari babak penting dalam karier AI-nya dan awal dari petualangan baru dalam startup AI-nya yang menjanjikan.





