Pemicu Longsor Cilacap dan Peringatan Cuaca Ekstrem oleh BMKG

by -29 Views

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengungkapkan rangkaian faktor cuaca yang berkontribusi pada terjadinya longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hal ini terjadi setelah wilayah tersebut dilanda hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari berturut-turut. Menurut BMKG, kondisi tanah yang semakin basah membuat lereng menjadi rentan bergerak dan memicu terjadinya longsor di Kecamatan Majenang pada Kamis (13/11).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi pada 10-11 November 2025, yaitu 98,4 mm per hari dan 68 mm per hari, membuat tanah tetap jenuh air sehingga terjadi pergerakan tanah. Selain itu, kondisi atmosfer dalam beberapa hari terakhir juga mendukung terjadinya hujan lebat.

BMKG mencatat bahwa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer lain di wilayah yang sama, dan adanya pusaran angin di perairan barat Lampung dan selatan Bali, ikut memicu pembentukan awan hujan. Zona belokan angin di sekitar Jawa turut memperkuat intensitas pertumbuhan awan.

Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, BMKG siap menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan menegaskan perlunya penanganan darurat dengan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana. Di samping itu, BMKG terus memberikan dukungan informasi cuaca harian yang rinci untuk membantu proses evakuasi di daerah terkena dampak longsor. Selain itu, BMKG juga telah mendeteksi dua Bibit Siklon Tropis 97S dan 98S yang dapat menimbulkan cuaca ekstrem pada tanggal 15-16 November 2025.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat, media, dan masyarakat untuk meningkatkan koordinasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem. Seluruh informasi terkait prakiraan cuaca dan peringatan dini akan terus diperbarui melalui kanal resmi BMKG.

Source link