Profil Mochtar Kusumaatmadja: Pahlawan Nasional dan Konsep Negara Kepulauan

by -37 Views

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional pada Senin, 10 November 2025. Tokoh asal Jawa Barat ini dianugerahi gelar kehormatan atas kontribusi luar biasanya dalam bidang hukum dan politik, terutama melalui ide-idenya tentang Negara Kepulauan yang memperkuat kedaulatan maritim Indonesia. Mochtar dikenal sebagai pemikir di balik konsep yang digunakan dalam Deklarasi Djuanda 1957 oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja. Gagasan tersebut menjadi dasar pengakuan internasional atas Indonesia sebagai Archipelagic State, yang mengakui laut di antara pulau-pulau Nusantara sebagai wilayah negara. Berkat perjuangannya, Indonesia berhasil memperluas wilayah laut sekitar 3,7 juta kilometer persegi tanpa perlu berperang, yang menguatkan kedudukan nasionalnya di mata dunia.

Mochtar Kusumaatmadja lahir di Batavia pada 17 Februari 1929 dan meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia. Dengan fokus pada Hukum Laut, ia melanjutkan studi di Yale University dan Harvard Law School. Sebagai pakar hukum laut pertama Indonesia, Mochtar terlibat dalam diplomasi internasional, termasuk mewakili Indonesia di Sidang PBB tentang Hukum Laut di Jenewa dan New York. Pemikirannya melahirkan Konsep Wawasan Nusantara, yang menegaskan kesatuan wilayah Indonesia. Meskipun sempat dipecat dari Universitas Padjadjaran karena kritiknya terhadap kebijakan Presiden Soekarno, Mochtar terus meniti karier dan kembali menanjak di era Presiden Soeharto.

Dalam pemerintahan, Mochtar menduduki jabatan penting seperti Menteri Kehakiman (1974–1978) dan Menteri Luar Negeri (1978–1988). Peran besar yang dimainkannya termasuk memperjuangkan batas laut Indonesia di forum internasional hingga diakui dalam Konvensi Hukum Laut 1982 di Montego Bay, Jamaika. Selain berkontribusi dalam dunia hukum dan politik, Mochtar juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berjiwa budaya, dengan menggunakan pendekatan diplomasi lunak dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional.

Source link