Sejarah Gempa di Kalimantan: Fakta dan Realitas

by -37 Views

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa Kalimantan bukan sepenuhnya kawasan yang aman dari gempa. Sejak awal abad ke-20, Kota Tarakan di Kalimantan Utara telah menjadi wilayah dengan aktivitas seismik paling tinggi di pulau tersebut. Meskipun aktivitas seismik di Kalimantan lebih rendah dibandingkan dengan kawasan seismik lainnya di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, atau Sulawesi, namun BMKG menegaskan bahwa potensi gempa merusak tetap ada.

Sejarah kegempaan menunjukkan bahwa Tarakan telah mengalami beberapa gempa merusak sejak tahun 1923 hingga kemudian pada tahun 2025. Aktivitas Sesar Tarakan yang merupakan salah satu sesar aktif di bagian utara Kalimantan menjadi penyebab utama terjadinya gempa di Tarakan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa meskipun Kalimantan bukan wilayah bebas gempa, namun keberadaan sistem sesar aktif di pulau tersebut masih menjadi ancaman. Kerusakan yang terjadi akibat gempa Tarakan pada 5 November memperlihatkan bahwa kualitas bangunan merupakan faktor utama dalam menentukan dampak gempa.

Catatan sejarah gempa di Kalimantan menunjukkan beberapa kejadian gempa besar dan merusak di berbagai wilayah. Di antaranya adalah Gempa dan Tsunami Sangkulirang di Kalimantan Timur pada 14 Mei 1921, Gempa Tarakan di Kalimantan Utara pada 19 April 1923, Gempa Pulau Laut di Kalimantan Selatan pada 5 Februari 2008, dan masih banyak lagi kejadian gempa signifikan di Kalimantan.

Inilah yang membuat Kalimantan bukanlah wilayah yang sepenuhnya aman dari gempa. Meskipun potensi gempa di Kalimantan lebih rendah dibandingkan dengan wilayah-wilayah gempa lainnya di Indonesia, namun tetap diperlukan kewaspadaan dan persiapan untuk menghadapi potensi gempa di masa mendatang.

Source link