Menteri PPPA Berbagi Nasib Belajar Mengajar Pasca Ledakan SMAN 72 Jakarta

by -38 Views

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi merekomendasikan agar kegiatan belajar-mengajar di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara tetap dilanjutkan dengan penyesuaian metode. Proses pembelajaran akan terus berlangsung dengan adanya diskusi mengenai penyesuaian metode dan cara pengajaran. Kementerian PPPA bersama dengan kementerian/lembaga terkait dan Pemerintah Provinsi Jakarta sedang mengkaji pola pembelajaran yang mempertimbangkan kondisi psikologis siswa, guru, dan orang tua.

Arifah menjelaskan bahwa pada Minggu akan dibahas lebih lanjut mengenai sistem terbaik yang dapat diterapkan mulai Senin. Tim Kementerian PPPA memberikan pendampingan yang tidak hanya fokus pada pemulihan psikologis anak-anak, tetapi juga kepada orang tua dan tenaga kependidikan secara berkelanjutan. Pada Jumat, 7 November, terjadi ledakan di lingkungan SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).

Akibat peristiwa ini, terdapat total 96 korban ledakan yang dirawat di tiga rumah sakit wilayah Jakarta Pusat. Pasien tersebut dirawat di RS Islam Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Pertamina Jaya. Sebanyak 67 pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan 29 orang masih menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit tersebut. Polisi menyebutkan bahwa jumlah korban ledakan di SMAN 72 telah bertambah menjadi 96 orang.

Source link