Asal-Usul Legenda Kuntilanak: Alasan Hantu Perempuan Digambarkan Menyeramkan

by -48 Views

Kisah tentang kuntilanak sering kali dipercaya sebagai roh perempuan yang meninggal dengan rasa penasaran dan mengembara untuk mencari keadilan. Biasanya, penampilannya dideskripsikan dengan berambut panjang yang terurai kusut dan mengenakan pakaian panjang putih. Cerita-cerita tentang kuntilanak yang berjenis kelamin perempuan tersebar melalui mulut ke mulut serta diangkat ke layar lebar dalam berbagai film horor.

Menurut Timo Duile, seorang antropolog dari Departemen Kajian Asia Tenggara di Bonn University, Jerman, cerita tentang kuntilanak berkaitan erat dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak. Kota Pontianak di Kalimantan Barat didirikan setelah kedatangan bangsawan keturunan Arab, Syarif Abdurrahim pada tahun 1771. Syarif diberikan lahan di pertemuan sungai-sungai besar dekat delta Sungai Kapuas, sebagai strategi untuk menjadikan kota ini sebagai pos perdagangan utama. Namun, daerah tersebut dulunya merupakan markas para perompak, sehingga Syarif Abdurrahim harus menjadikan kota ini sebagai benteng pertahanan.

Dalam narasi mythos, kuntilanak dikaitkan dengan pohon tinggi, yang sering dihubungkan dengan arwah di pedesaan Kalimantan Barat. Ada klaim bahwa nama ‘Pontianak’ berasal dari bahasa Melayu ‘pon ti’ yang berarti pohon tinggi. Keterkaitan kuntilanak dengan daerah ini membuat banyak orang percaya bahwa kota ini dihuni oleh hantu perempuan, khususnya di pertemuan Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Landak.

Kisah tentang kuntilanak tidak lepas dari peran perempuan sebagai perantara antara roh dan manusia di masa pra-agama monoteisme. Konsep ketuhanan dalam agama monoteisme, seperti Islam dan Kristen, memunculkan penggeseran peran perempuan yang sebelumnya berfungsi sebagai perantara roh menjadi dukun atau penyihir. Monoteisme juga memengaruhi upacara-upacara kepercayaan yang semula berkaitan dengan proses transenden menjadi hanya kesurupan. Perempuan dianggap sebagai sosok yang lemah dan mudah dirasuki oleh roh jahat, atau bahkan dianggap sebagai roh jahat dalam wujud perempuan.

Source link