Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menilai bahwa tim reformasi Polri yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan patuh terhadap tim reformasi yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Soedeson, Presiden Prabowo adalah pemimpin tertinggi bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pembangkangan dari internal Polri terhadap Presiden Prabowo, karena Listyo Sigit telah menyadari bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin tertinggi. Soedeson optimis bahwa tim reformasi yang dibentuk oleh Listyo Sigit akan bekerja sama dengan tim reformasi dari pemerintah tanpa tumpang tindih.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menyatakan komitmennya untuk bekerja secara selaras dengan Komite Reformasi Polri yang digagas oleh Presiden Prabowo. Polri bersedia menerima kritik dan masukan dari masyarakat, akademisi, dan pengamat untuk mempercepat proses reformasi di tubuh Korps Bhayangkara. Polri juga berencana untuk mengundang Koalisi Masyarakat Sipil untuk berdiskusi dan menyerap keluhan secara langsung. Semua rekomendasi dan temuan dari kajian gabungan tersebut akan dijalankan oleh Polri, sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja kepolisian. Ucapan Sigit ini menunjukkan bahwa Polri memiliki komitmen untuk menjalankan rekomendasi dan kebijakan yang dihasilkan dari proses reformasi tersebut.





