Jorge Martín, juara dunia tahun lalu di Ducati satelit, telah melewati musim yang penuh cobaan pada 2025. Cedera, operasi, dan pemulihan telah membuatnya absen dalam sebagian besar balapan awal musim ini. Namun, setelah kemunculannya kembali di MotoGP Republik Ceko, ia berhasil menyelesaikan lima balapan berturut-turut. Meskipun masih berjuang untuk beradaptasi dengan Aprilia, Martín optimis untuk musim depan setelah menganggap pramusimnya berakhir menjelang MotoGP Jepang.
Perjalanan Martín setelah cedera mengajarnya banyak hal, termasuk pentingnya fokus pada kecepatan dan performa. Meski fisiknya telah pulih sepenuhnya, ia masih merasa perlu untuk terus berkembang. Bersama rekan setimnya Marco Bezzecchi, keduanya siap untuk memberikan segalanya di sisa musim ini. Bezzecchi, dengan dua podium di Misano di baliknya, menargetkan untuk menyalip Francesco Bagnaia di peringkat ketiga klasemen Kejuaraan Dunia.
Jepang, menjadi salah satu negara favorit Bezzecchi, juga menjanjikan pertarungan sengit. Sirkuit yang disukainya, budaya yang dinikmatinya, dan dukungan hebat dari para penggemar Jepang telah menjadi motivasi ekstra bagi pembalap VR46 Riders Academy tersebut. Dengan semangat kerja keras yang telah mereka tunjukkan sejauh ini, Martín dan Bezzecchi siap untuk menaklukkan tantangan dan meraih hasil terbaik di sisa musim ini. Keduanya yakin bahwa dengan fokus, kerja keras, dan tekad yang kuat, mereka dapat mencapai hasil yang memuaskan.





