Kepala BGN dan Keracunan MBG di Bandung Barat: SPPG Baru ‘Kepagian’

by -148 Views

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkap temuan terkait kesalahan teknis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memasak makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini terjadi karena makanan dimasak terlalu awal dan tersimpan terlalu lama sebelum didistribusikan. Dadan Hindayana menyampaikan hal ini saat meninjau Posko Penanganan kasus dugaan keracunan makanan Program MBG di Cipongkor, Bandung Barat.

Menurut Dadan, pola memasak dan distribusi makanan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitasnya. SPPG yang baru sering khawatir makanan tidak selesai tepat waktu sehingga memulai produksinya terlalu dini. Untuk menghindari hal ini, Dadan memberikan instruksi kepada SPPG baru untuk memulai dengan melayani dua sekolah terlebih dahulu sebelum naik ke jumlah sekolah yang lebih besar.

Selain itu, Dadan juga menyoroti kasus serupa di Banggai, Sulawesi Tengah, di mana SPPG mengganti pemasok bahan baku secara mendadak sehingga kualitas makanan menurun. Untuk itu, Dadan menyarankan agar pergantian pemasok dilakukan secara bertahap. Program MBG di SPPG Cipongkor telah dihentikan sementara untuk memperbaiki proses memasak dan melakukan analisis menyeluruh terkait pelayanan.

BGN dan pihak terkait sedang melakukan analisis terhadap kejadian di Banggai dan Cipongkor. Evaluasi tidak hanya dilakukan pada SPPG tertentu, tetapi juga pada SPPG baru lainnya untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Dadan juga menekankan pentingnya penanganan psikologis anak-anak penerima manfaat agar tidak mengalami trauma akibat gangguan pencernaan. Oleh karena itu, perbaikan proses memasak dan pelayanan menjadi hal yang sangat penting.

Source link