Perubahan gaya hidup seperti berolahraga, menjalani pola makan sehat, dan meningkatkan interaksi sosial dapat membantu melambatkan atau mencegah penurunan fungsi otak, menurut penelitian terbaru. Demensia, menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan penyebab utama ketergantungan pada lansia. Di Indonesia sendiri, jumlah orang dengan demensia diperkirakan meningkat dari 1,2 juta pada 2016 menjadi 4 juta pada 2050. Faktor risiko gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan buruk, obesitas, dan masalah kesehatan tertentu juga berkontribusi pada penurunan kognitif.
Penelitian dari Universitas Florida Atlantic menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup terapeutik, termasuk aktivitas fisik, dapat membantu mengurangi penurunan kognitif pada lansia. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kesehatan otak melalui mekanisme tertentu, seperti peningkatan faktor neurotropik yang mendukung pemetaan ulang neuron di otak. Berbagai jenis latihan fisik, seperti aerobik, bisa meningkatkan volume otak dan memori spasial.
Pola makan sehat, termasuk diet Mediterania atau DASH Diet, juga dapat membantu melindungi otak dari stres oksidatif dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Berhenti merokok juga sangat penting untuk mencegah kerusakan jaringan otak dan gangguan fungsi pikir. Interaksi sosial dengan orang lain dan berbagai aktivitas otak lainnya juga bisa membantu menjaga otak agar tetap sehat.
Para ahli mengatakan bahwa pendekatan dengan biaya rendah seperti ini dapat mengubah cara perawatan demensia dan membantu mengurangi beban keluarga serta sistem kesehatan. Ini menunjukkan pentingnya gaya hidup sehat dalam menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan kemampuan fungsional pada lansia.





