Charles Leclerc dan Carlos Sainz mengalami perjalanan darat ke Monako setelah penerbangan mereka ke Nice dialihkan karena badai dan mendarat di tengah Italia. Keduanya memutuskan untuk menyewa mobil van dan melakukan perjalanan bersama teman Leclerc, Joris Trouche, serta fotografer dan videografer pembalap Ferrari tersebut. Leclerc, setelah meraih podium pertama bersama Williams di Baku, mengaku bahwa akhir pekan yang sulit membuatnya tidak terlalu kaget dengan kejadian tersebut. Sementara itu, Sainz, yang menyelesaikan balapan di urutan ketiga di Baku, menikmati perjalanan yang berlangsung sekitar dua jam dengan mobil van menuju Monako.
Meskipun Leclerc mengalami kesulitan dalam balapan di Baku dan hanya finis di posisi kesembilan, pembalap asal Monako tersebut tetap berusaha memahami keadaan dan strategi yang ia pilih. Meskipun merasa kesulitan saat terjebak di lalu lintas dan tidak bisa menyalip mobil-mobil lain yang lebih cepat, Leclerc mengakui bahwa ia perlu bertanggung jawab atas kesalahan yang ia lakukan dalam kualifikasi. Sepanjang musim, Leclerc merasa bahwa performanya cukup kuat, meskipun masih membutuhkan penyesuaian dalam strategi balapan yang ia terapkan.
Perjalanan darat yang dijalani oleh Leclerc dan Sainz menjadi momen unik setelah mereka terkatung-katung di Italia akibat badai. Meskipun mengalami berbagai masalah di sirkuit, keduanya tetap menjaga semangat dan profesionalisme dalam menghadapi setiap tantangan yang datang. Dengan pengalaman tersebut, Leclerc dan Sainz semakin menunjukkan bahwa ketangguhan dan kerja sama tim menjadi kunci dalam meraih kesuksesan di lintasan balap.





