Steiner Ungkap Cerita di Balik Akuisisi Tim Tech3 MotoGP

by -197 Views

Steiner Buka-Bukaan Soal Proses Akuisisi Tech3 MotoGP

Guenther Steiner akhirnya menjelaskan bagaimana ketertarikannya pada MotoGP berubah menjadi langkah nyata untuk mengambil alih Tech3. Mantan bos Haas F1 itu mengaku pintu masuknya justru datang saat ia hadir di Austin pada April 2024, sebuah kunjungan yang semula tampak biasa, tetapi kemudian menjadi awal dari pembicaraan serius soal masa depan tim satelit KTM tersebut.

Pada Jumat, 5 September 2025, diumumkan bahwa Steiner akan memimpin konsorsium investor untuk mengakuisisi Tech3 dalam kesepakatan bernilai kurang dari 20 juta euro. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, ia akan mulai menjalankan peran barunya pada 2026 sebagai CEO Tech3. Sementara itu, Richard Coleman diproyeksikan menggantikan Herve Poncharal sebagai principal tim.

Awal Ketertarikan dari Austin

Steiner menuturkan bahwa atmosfer MotoGP di Austin memberi kesan berbeda dibanding kunjungan paddock pada umumnya. Dari momen itu, muncul gagasan bahwa Tech3 bisa menjadi proyek baru yang menarik untuk digarap. Dalam beberapa bulan setelahnya, pembicaraan dengan Poncharal mulai mengarah ke negosiasi yang lebih konkret.

Ia juga menyebut pertemuan dengan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, serta Carlos Ezpeleta sebagai bagian penting dalam proses tersebut. Dari diskusi itu, Steiner mendapat pesan bahwa identitas Tech3 harus tetap dipertahankan, namun tim juga perlu dibawa ke fase berikutnya dengan transisi yang tertata.

Poncharal Cari Penerus yang Paham Karakter Tim

Herve Poncharal, yang mendirikan Tech3 pada 1990, mengakui bahwa ada sejumlah pihak yang menunjukkan minat untuk membeli timnya. Meski begitu, ia menilai Steiner sebagai sosok yang paling cocok untuk melanjutkan proyek yang sudah ia bangun selama puluhan tahun.

Masuknya Liberty Media ke MotoGP ikut membuat Tech3 semakin dilihat sebagai aset penting dalam peta persaingan kelas premier. Namun Steiner menegaskan, dirinya tidak terlalu memikirkan faktor itu. Baginya, yang utama adalah memastikan perubahan kepemilikan berjalan mulus tanpa merusak karakter tim yang sudah terbentuk lama.

Modal Pengalaman untuk Langkah Baru

Meski baru akan benar-benar memegang kendali pada 2026, Steiner dan Coleman tidak berniat memulai semuanya dari nol. Keduanya ingin tetap memanfaatkan pengalaman Poncharal sebagai jembatan agar proses adaptasi di paddock MotoGP berlangsung lebih lancar.

Steiner sendiri melihat tantangan ini sebagai sesuatu yang tidak asing. Ia membandingkannya dengan masa awal saat pindah ke NASCAR pada 2006, ketika ia harus membangun operasi Red Bull dari dasar. Kini, dengan struktur yang sudah ada dan dukungan penuh di internal tim, Tech3 bersiap memasuki babak baru di bawah kepemimpinan yang benar-benar berbeda, tetapi tetap berusaha menjaga fondasi lama.