Polres Jakarta Timur Tangkap 4 Pelaku Perusakan Kantor Polisi

by -187 Views

Polres Jakarta Timur Amankan 4 Orang Terkait Perusakan Kantor Polisi

Rangkaian perusakan kantor polisi di Jakarta Timur mulai mengerucut ke sejumlah terduga pelaku. Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi anarkis saat kerusuhan yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Penangkapan ini menjadi salah satu perkembangan awal dalam penyelidikan yang masih terus berjalan.

Empat Orang Diamankan, Peran Masih Didalami

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengatakan para tersangka berasal dari Polsek Jatinegara, Polsek Cipayung, dan Polres Metro Jakarta Timur. Meski sudah diamankan, polisi belum membeberkan secara rinci peran masing-masing orang yang ditangkap. Penyidik masih menelusuri sejauh mana keterlibatan mereka dalam perusakan fasilitas kepolisian di wilayah tersebut.

Di sisi lain, polisi juga terus memburu kelompok lain yang diduga ikut terlibat dalam rangkaian kericuhan. Pengembangan perkara dilakukan untuk memastikan susunan peristiwa secara utuh, mulai dari awal serangan hingga dampak yang ditimbulkan di sejumlah titik.

Markas Polres Diserang Massa

Sebelum penangkapan dilakukan, ratusan massa menyerang Markas Polres Metro Jakarta Timur. Dalam serangan itu, beberapa kendaraan yang terparkir di depan gedung terbakar. Massa juga melempar batu dan benda keras ke arah kantor polisi, sementara bom molotov dilaporkan dilemparkan ke area dalam Polres.

Situasi di sekitar lokasi sempat memanas ketika jumlah massa terus bertambah dan aksi perusakan berlangsung cukup intens. Aparat kemudian bergerak untuk mengendalikan keadaan dan mengamankan area agar kerusuhan tidak meluas.

Tak Hanya Polres, Lima Polsek Juga Jadi Sasaran

Kerusuhan itu tidak berhenti di Markas Polres Metro Jakarta Timur. Lima polsek lain juga ikut menjadi sasaran, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung. Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang unjuk rasa yang telah bergulir sejak Senin di kawasan Gedung DPR RI.

Awalnya, aksi itu digelar untuk menyuarakan pembubaran parlemen dan ketidakpuasan terhadap sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. Massa yang terlibat datang dari berbagai kalangan, mulai dari buruh, pekerja kantoran, pelajar, hingga mahasiswa.

Kericuhan Meluas ke Sejumlah Titik di Jakarta

Dalam rangkaian kericuhan di Jakarta, insiden di Pejompongan juga menyita perhatian setelah seorang pengemudi ojek online meninggal dunia usai tertabrak kendaraan taktis Brimob. Di titik lain, massa merusak pos polisi, rambu lalu lintas, kendaraan, hingga menjarah rumah sejumlah politisi. Polisi menyatakan upaya pemulihan situasi terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.