Pedro Acosta telah membuat lompatan kualitas yang signifikan dalam performanya, dan ada dua faktor kunci yang membantu menjelaskannya. Selain faktor teknis, faktor manusia juga turut berperan. Acosta telah menjalani proses sendiri dalam karirnya, terutama setelah mengetahui secara jelas bahwa masa depannya di KTM. Meskipun bermaksud untuk mengakhiri kontrak dengan pabrik Austria tersebut lebih awal dari yang direncanakan, Acosta menemui jalan buntu ketika tidak bisa pindah ke tim VR46 Ducati. Namun, hal tersebut membuatnya semakin fokus untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Perubahan fokus ini semakin diperkuat dengan pengenalan fairing baru yang tersedia untuk pembalap KTM di akhir pekan di Austria. Stress dari para pembalap lain yang berbasis di Mattighofen membuahkan hasil, terutama dengan kembalinya Acosta ke podium di Brno. Dalam tiga balapan terakhir, pembalap Spanyol ini tampil gemilang dengan dua podium dan mengumpulkan lebih banyak poin daripada tujuh balapan pertama musim ini.
Dengan posisi keduanya di Hungaria, Acosta berhasil menyalip beberapa pesaingnya dan kini berada di urutan kelima dalam klasemen poin. Dominasi yang ditunjukkan Acosta tidak luput dari perhatian Marc Marquez, penguasa MotoGP musim ini. Marquez menyatakan keyakinannya dalam kesuksesan Acosta di masa depan dan meyakinkan bahwa pembalap Spanyol tersebut akan mencapai kemapanan dalam karirnya.
Sementara itu, Marquez sendiri selalu memperhatikan pembalap muda dan memiliki perhatian khusus terhadap Máximo Quiles, pembalap baru asal Murcia. Dengan prestasi Quiles yang gemilang di Moto3, Marquez yakin bahwa rider muda ini memiliki masa depan cerah di dunia balap. Dengan sistem pembinaan usia muda yang cukup kuat di Spanyol, pembalap-pembalap muda seperti Quiles akan mencorak masa depan MotoGP.





