Fenomena Latte Dad atau Latte Pappa mulai mencuat di media sosial, menggambarkan sosok ayah yang santai menikmati kopi di kafe sambil mengasuh anak. Konsep ini berasal dari Swedia, negara dengan kebijakan keluarga modern yang memungkinkan orang tua membagi cuti berbayar selama 480 hari setelah anak lahir. Para ayah di Swedia terlihat semakin aktif menghabiskan waktu bersama anak, sehingga istilah Latte Dad pun mulai populer digunakan. Fenomena ini membawa dampak positif, seperti memperkuat ikatan emosional antara anak dengan kedua orangtua, memberikan kesempatan bagi ibu untuk kembali bekerja, serta merubah stigma gender dalam pengasuhan. Meskipun konsep ini menarik, belum semua negara dapat menerapkannya dengan mudah karena keterbatasan kebijakan dan stigma sosial yang masih ada. Namun, komunitas Latte Dad di seluruh dunia terus berkembang, saling berbagi pengalaman dan tips. Dengan investasi dalam program cuti orang tua yang fleksibel, diharapkan bisa menciptakan generasi yang lebih seimbang dan adil gender. Masa depan pengasuhan modern menuju pada keluarga yang inklusif, setara, dan maju.
Mengenal Latte Dad: Parenting Modern Bapak Swedia





