8 Ciri-ciri Kucing Sedang Birahi & Cara Mengatasinya

by -114 Views

Bagi para pecinta hewan peliharaan, khususnya kucing, memahami perilaku hewan kesayangan sangatlah penting. Salah satu fase yang umum dialami kucing adalah masa birahi atau estrus. Kondisi ini merupakan bagian dari siklus reproduksi kucing betina, namun juga memengaruhi perilaku kucing jantan. Kucing betina umumnya mulai mengalami birahi pertama kali pada usia 5–9 bulan, bergantung pada ras, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Mereka tergolong polyestrus musiman, artinya dapat mengalami beberapa kali siklus birahi dalam satu musim kawin, biasanya dari musim semi hingga musim gugur.

Berbeda dengan betina, kucing jantan tidak memiliki siklus birahi. Namun, perilaku mereka akan lebih aktif dan agresif ketika ada kucing betina di sekitarnya yang sedang dalam masa estrus. Kucing betina akan lebih sering mengeong dengan suara keras, mirip lolongan atau tangisan, sebagai upaya menarik perhatian jantan. Mereka juga menjadi lebih manja dan kerap menggesekkan tubuhnya pada pemilik, furnitur, atau benda di sekitarnya. Salah satu tanda paling jelas adalah kucing mengangkat bagian belakang tubuh, menekuk punggung, dan menggeser ekor ke samping. Posisi ini menunjukkan kesiapan untuk kawin.

Masa birahi sering membuat kucing terlihat gelisah dan tidak nyaman. Beberapa langkah yang dapat dilakukan pemilik antara lain adalah sterilisasi pada kucing betina, yaitu operasi pengangkatan ovarium dan rahim. Cara ini permanen dan mencegah birahi sekaligus mengurangi risiko penyakit reproduksi seperti pyometra dan tumor mammae. Selain itu, pemilik dapat melakukan kastrasi pada kucing jantan, yang merupakan pengangkatan testis untuk mengurangi perilaku agresif serta kebiasaan menyemprotkan urine. Obat hormonal juga bisa digunakan, tetapi harus atas anjuran dokter hewan karena berpotensi menimbulkan efek samping. Memperhatikan ekstra dan menggunakan produk seperti Feliway Diffuser juga dapat membantu menenangkan kucing. Adalah penting bagi pemilik kucing untuk mempertimbangkan tindakan sterilisasi atau kastrasi sebagai solusi jangka panjang, tidak hanya untuk mengendalikan populasi kucing tetapi juga untuk kesehatan hewan peliharaan mereka.

Source link