Sejarah Sang Saka Merah Putih: Era Majapahit hingga Merdeka

by -213 Views

Bagi Indonesia, Merah Putih bukan sekadar kain yang berkibar di tiang upacara. Di balik dua warna itu tersimpan jejak panjang tentang identitas, perlawanan, dan lahirnya sebuah bangsa. Dari masa kerajaan-kerajaan Nusantara, melewati era penjajahan, hingga akhirnya diangkat sebagai bendera negara pada 17 Agustus 1945, Sang Saka Merah Putih tumbuh bersama sejarah Indonesia sendiri.

Akar Merah Putih dari Masa Kerajaan

Jejak merah dan putih sudah dikenal sejak lama di Nusantara, termasuk pada masa Kediri dan Majapahit. Dalam berbagai catatan sejarah, kombinasi dua warna ini kerap dipakai sebagai lambang kebesaran kerajaan. Merah dimaknai sebagai keberanian, sedangkan putih sering dikaitkan dengan kesucian. Dalam pandangan tradisional Austronesia, keduanya juga dipahami sebagai simbol keseimbangan, baik antara bumi dan langit maupun antara kekuatan lahir dan batin.

Karena itu, ketika Merah Putih kemudian dipilih sebagai bendera nasional, pilihan tersebut terasa seperti kelanjutan dari akar budaya yang sudah lama hidup di tengah masyarakat. Ia tidak muncul tiba-tiba, melainkan lahir dari ingatan kolektif yang telah terbentuk berabad-abad.

Berubah Menjadi Simbol Perjuangan

Memasuki awal abad ke-20, Merah Putih mulai tampil dalam ruang yang lebih politis. Para pelajar dan tokoh pergerakan menjadikannya simbol semangat kebangsaan dan penolakan terhadap penjajahan. Kehadirannya semakin kuat saat Kongres Pemuda 1928, ketika Sumpah Pemuda menegaskan cita-cita persatuan Indonesia.

Sejak saat itu, Merah Putih tidak lagi hanya dikenang sebagai warisan kerajaan. Bendera ini berubah menjadi penanda tekad bersama untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Dari tangan para pejuang dan aktivis pergerakan, Merah Putih perlahan naik menjadi simbol yang menyatukan harapan kemerdekaan.

Proklamasi dan Lahirnya Bendera Pusaka

Menjelang kemerdekaan, pemerintah pendudukan Jepang sempat membentuk panitia bendera kebangsaan pada September 1944 untuk membahas desain bendera nasional. Namun, momen paling menentukan terjadi di Jakarta pada 17 Agustus 1945. Saat proklamasi dikumandangkan, bendera Merah Putih untuk pertama kalinya dikibarkan oleh Fatmawati di hadapan rakyat yang hadir, disusul lagu kebangsaan yang menandai lahirnya negara baru.

Sejak hari itu, Merah Putih resmi diakui sebagai bendera nasional melalui UUD 1945. Ia juga dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih atau Sang Dwiwarna, sebutan yang menegaskan posisi istimewanya sebagai lambang tertinggi kedaulatan bangsa. Bendera pusaka yang digunakan dalam momen bersejarah itu kini disimpan di Istana Merdeka, sementara duplikatnya terus dikibarkan setiap 17 Agustus sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjalanan panjang, bukan dari pemberian.

Dalam beberapa catatan sejarah, perdebatan soal posisi Merah Putih juga pernah muncul di tingkat internasional. Namun Indonesia tetap menegaskan bahwa bendera ini memiliki akar yang jauh lebih tua, bertaut dengan sejarah Nusantara sejak masa kerajaan. Dari sana, Merah Putih bertahan bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai penanda paling kuat dari identitas dan perjalanan bangsa.