“Researchers Express Pride and Gratitude for Prabowo’s Warm Welcome at ITB”

by -130 Views

Prabowo Disambut di ITB, Sorotan Beralih ke Riset yang Siap Dipakai

Bandung — Kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di ITB pada Kamis, 7 Agustus, membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar kehadiran kepala negara di sebuah acara resmi. Di tengah pameran inovasi dan diskusi ilmiah, momen itu mempertegas upaya pemerintah mendekatkan kebijakan dengan dunia akademik, sekaligus menyoroti riset kampus yang diarahkan agar punya manfaat nyata di luar laboratorium.

Acara yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut digelar melalui kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan ITB. Setibanya di lokasi, Prabowo langsung meninjau sejumlah stan pameran, termasuk Flagship Research Products milik Universitas Padjadjaran yang menjadi salah satu titik perhatian pengunjung.

Inovasi Kampus Jadi Etalase Riset Terapan

Di stan Unpad, Prabowo melihat berbagai hasil penelitian yang dipamerkan, mulai dari VR Dental Hypnosis, VR for Nurses, hingga teknologi berbasis riset lainnya. Kehadiran produk-produk itu menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mulai diarahkan menjadi alat dan layanan yang bisa digunakan secara langsung.

Rangkaian pameran tersebut juga memberi gambaran bahwa kampus-kampus di Indonesia tengah berlomba menghadirkan inovasi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks KSTI 2025, riset tidak ditempatkan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang lebih luas.

Pidato Prabowo dan Pesan dari Panggung ITB

Usai meninjau pameran, Presiden masuk ke Sabuga Hall untuk menyampaikan pidato. Di awal sambutannya, ia memberi penghormatan kepada para pejabat yang hadir, termasuk jajaran Kabinet Merah Putih, Gubernur Jawa Barat, serta pimpinan ITB dan unsur akademik kampus.

“Dengan penuh hormat dan penghargaan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Profesor Brian Yuliarto, sebagai tuan rumah acara ini; menteri koordinator, menteri, kepala lembaga, dan anggota Kabinet Merah Putih yang hadir; serta Rektor ITB, Profesor Tatacipta Dirgantara, bersama senat akademik, pimpinan fakultas, dan komunitas universitas,” ujar Prabowo dalam pembuka pidatonya.

Sains, Teknologi, dan Arah Ekonomi Nasional

Mengusung tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan Ekonomi dan Kesetaraan”, KSTI 2025 diposisikan sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan riset dengan agenda pembangunan nasional. Forum ini juga dibaca sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ajang tersebut menampilkan pameran dari delapan sektor prioritas nasional, yakni energi, pertahanan, digitalisasi yang mencakup kecerdasan buatan dan semikonduktor, pengembangan industri hulu, kesehatan, ketahanan pangan, urusan maritim, serta material dan manufaktur canggih. Susunan sektor itu memperlihatkan arah kebijakan yang ingin menjadikan sains dan teknologi sebagai penggerak utama, bukan sekadar pelengkap pembangunan.

Di tengah sorotan pada inovasi kampus dan agenda ekonomi nasional, kehadiran Prabowo di ITB memberi penegasan bahwa hasil riset perguruan tinggi kini dituntut semakin relevan dengan kebutuhan industri, pelayanan publik, dan target pembangunan yang lebih luas.