13 Negara Pemilik Drone Tempur Terbanyak: Indonesia Mengemuka

by -114 Views

Pada waktu yang sama, Sabtu, 2 Agustus 2025 pukul 01:00 WIB, drone tempur telah menjadi teknologi yang sangat vital dalam era peperangan modern. Kemampuan drone untuk menjalankan berbagai misi tanpa memerlukan pilot di dalam kokpit, mulai dari pengintaian, akuisisi target, hingga serangan presisi, membuatnya menjadi pilar penting dalam kekuatan militer global. Drone juga lebih efisien dalam segi biaya dibanding jet tempur konvensional dan tidak membahayakan nyawa penerbang, sehingga teknologi ini semakin diminati oleh banyak negara.

Data terbaru dari ArmedForces di tahun 2025 mengungkapkan daftar negara-negara dengan jumlah drone tempur aktif terbanyak di dunia. Negara-negara yang selama ini dianggap sebagai raksasa militer ternyata tergeser oleh kekuatan baru yang agresif mengembangkan armada UAV mereka. Amerika Serikat masih memimpin daftar dengan 444 unit drone tempur aktif, mengoperasikan berbagai jenis drone canggih seperti MQ-9 Reaper dan MQ-1 Predator. Namun, Turki menempati posisi kedua dengan 443 drone tempur, berkat kesuksesan drone lokal seperti Bayraktar TB2 dan Akinci.

Selain Amerika Serikat dan Turki, negara seperti China, Iran, Arab Saudi, dan Rusia juga memperkuat armada drone tempur mereka. Iran dan Arab Saudi yang berada di kawasan Timur Tengah yang rawan konflik menjadi sorotan utama. Sementara China lebih fokus pada pengembangan drone generasi baru sebelum meningkatkan jumlahnya. Israel, yang selama ini dikenal sebagai pionir UAV, kini menempati peringkat ke-11, sementara Indonesia mulai menunjukkan kehadirannya dengan 6 unit drone tempur aktif.

Dengan perkembangan ini, drone tempur tidak hanya menjadi pelengkap dalam operasi militer modern, tetapi telah menjadi bagian yang sangat vital. Indonesia pun mulai menunjukkan langkah awalnya dalam membangun kapabilitas UAV tempurnya, menjadi salah satu negara dengan jumlah drone terbanyak di dunia pada tahun 2025. Maka dari itu, diharapkan ke depannya Indonesia dapat bersaing dalam industri pertahanan berbasis teknologi tinggi ini.

Source link