TANGERANG — Ketegangan lama soal rebutan penumpang kembali pecah di sekitar Stasiun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kali ini, yang jadi sorotan bukan hanya adu kepentingan antara ojek pangkalan dan taksi online, tetapi juga kondisi penumpang yang ikut terdampak: seorang ibu bersama bayi disebut diminta turun dari kendaraan di tengah jalan setelah taksi online diadang sejumlah ojek pangkalan. Rekaman kejadian itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi publik.
Perselisihan Lama di Titik yang Sama
Kepolisian Resor Kota Tangerang menyebut peristiwa tersebut berawal dari salah paham mengenai zona penarikan penumpang. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menjelaskan bahwa perbedaan pemahaman soal wilayah layanan membuat situasi cepat memanas di lapangan.
Menurut kepolisian, persoalan ini bukan semata insiden spontan, melainkan buntut dari batas area yang tidak dipahami dengan sama oleh para pihak. Titik stasiun memang kerap menjadi lokasi rawan karena pertemuan arus penumpang, kendaraan daring, dan ojek pangkalan dalam ruang yang sama.
Video yang Beredar Memicu Sorotan Publik
Dalam video yang viral, terlihat beberapa ojek pangkalan menghentikan taksi online dan meminta penumpangnya turun. Situasi itu menuai perhatian karena terjadi di jalan umum dan melibatkan penumpang yang sedang dalam perjalanan, termasuk seorang ibu bersama bayi.
Setelah rekaman tersebut ramai dibicarakan, polisi bergerak menindaklanjuti laporan dan memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin. Hingga kini, tiga orang yang diduga terlibat dalam pengadangan itu telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Dorong Mediasi dan Penegakan Hukum
Selain memproses dugaan pelanggaran, aparat juga menempuh jalur mediasi untuk meredam ketegangan antara ojek pangkalan dan pengemudi transportasi online. Langkah ini dipilih agar konflik serupa tidak berulang di kawasan sekitar stasiun yang memang rawan gesekan.
Kepolisian menegaskan, penanganan kasus ini bukan hanya soal menentukan siapa yang bersalah, tetapi juga menjaga ketertiban ruang publik agar tidak kembali dikuasai tindakan sepihak. Dari keterangan Kapolresta Tangerang, proses hukum tetap berjalan, sementara upaya penyelesaian di lapangan terus dilakukan agar situasi di Tigaraksa tidak kembali memanas.





