Diplomat Senior Desak Kemlu Bentuk Satgas Usut Kematian Arya Daru

by -106 Views

Kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan, masih menyisakan tanda tanya besar. Arya ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya pada Selasa, 8 Juli 2025, dalam kondisi kepalanya dililit lakban kuning. Yang membuat kasus ini semakin misterius, kamera CCTV di sekitar lokasi sempat merekam aktivitas Arya Daru hanya beberapa jam sebelum ia ditemukan meninggal. Pada malam 7 Juli 2025, rekaman menunjukkan Arya masih pulang kerja seperti biasa, membuang sampah, dan bahkan berpapasan dengan penjaga kost yang mondar-mandir di dekat kamarnya. Namun, sampai kini, penyebab pasti kematiannya belum terungkap. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif, didampingi oleh Kompolnas.

Turut memberi sorotan ke kasus tersebut, Diplomat senior Kemlu, Ple Priatna menyayangkan sikap Kemenlu yang seolah lepas tangan begitu saja setelah menyerahkan kasus ini ke polisi. Ia menilai seharusnya ada tim khusus yang dibentuk untuk mendampingi penyelidikan. Menurutnya, keterlibatan institusi tempat Arya bekerja sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab dan solidaritas. Ple juga menyinggung soal “jiwa korsa” atau solidaritas internal yang mestinya dimiliki oleh institusi sebesar Kemenlu. Menurutnya, ada kesan bahwa kematian Arya dianggap sebagai urusan pribadi yang cukup diserahkan ke kepolisian. Meski tak bermaksud menyalahkan siapa pun, ia menekankan pentingnya perhatian dan empati dari lembaga tempat Arya bekerja. Hal senada disampaikan Bambang Widjojanto. Ia menilai Kemenlu tampak “gagap” dalam merespons tragedi ini, menegaskan bahwa lembaga tersebut seolah tidak ingin melindungi diplomatnya sendiri. Sementara masih menyisakan banyak pertanyaan, tentu saja kasus ini tetap menarik perhatian publik dan diharapkan dapat segera terungkap kebenarannya.

Source link