Potensi Buah Muhibah Presiden Prabowo: Rp800 Triliun

by -99 Views

Dalam upaya diplomasi Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara, Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menegaskan tercapainya hasil positif seperti memorandum of understanding (MoU) dan komitmen investasi. Tenaga Ahli Utama PCO, Philips J Vermonte, menyebutkan sejumlah capaian tersebut dalam acara Diskusi Double Check. Philips juga menyoroti keanggotaan Indonesia di organisasi internasional BRICS, yang membuka peluang pasar baru bagi negara. Meskipun ada anggapan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS bersifat anti-Barat atau anti-Amerika, Philips menegaskan bahwa langkah tersebut adalah upaya meningkatkan hubungan dengan negara-negara besar seperti Rusia, China, dan India. Selain itu, berhasilnya Indonesia menurunkan tarif impor Amerika Serikat menjadi 19% merupakan bukti diplomasi dagang yang efektif. Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, juga menekankan bahwa Indonesia terus berupaya menurunkan tarif impor tersebut, tanpa merespon dengan perasaan negatif. Selain itu, Indonesia juga mencatat kesepakatan tarif paling rendah di antara negara-negara ASEAN sebesar 19%. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan dalam diplomasi dagang didasarkan pada kepentingan nasional, bukan pada perasaan pribadi.

Source link