Jakarta Timur kembali diguncang tawuran yang berujung maut. Di Jalan Raya Kampung Tengah, Pasar Rebo, seorang remaja tewas setelah terlibat bentrokan dua kelompok pada Senin dini hari. Polisi kini bergerak cepat memburu pelaku pembacokan yang diduga menjadi penyebab utama korban kehilangan nyawa, sementara video kejadian itu telanjur menyebar luas dan memantik perhatian publik.
Polisi Telusuri Pelaku dari Lokasi hingga Saksi
Kapolsek Pasar Rebo AKP I Wayan Wijaya mengatakan penyidik masih bekerja di lapangan untuk mengurai kronologi tawuran tersebut. Petugas tidak hanya mengamankan barang bukti di lokasi, tetapi juga memeriksa sejumlah saksi yang diduga melihat langsung rangkaian bentrokan itu.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Wayan kepada wartawan. Hingga kini, polisi belum mengungkap lebih jauh identitas pelaku maupun jumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu.
Korban Meninggal Setelah Bentrokan Sekitar Pukul 02.00 WIB
Insiden tersebut disebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Korban yang tewas diketahui merupakan salah satu pihak yang ikut dalam tawuran. Ia adalah pria berusia 24 tahun yang berdomisili di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo.
Usai diperiksa di RS Polri Kramat Jati, jenazah korban kemudian dimakamkan. Polisi juga belum menjelaskan motif bentrokan ataupun pemicu awal yang membuat dua kelompok remaja itu saling serang di tengah malam.
Rekaman Viral Perlihatkan Serangan Molotov dan Sajam
Kasus ini menjadi sorotan setelah rekaman kejadian beredar di media sosial. Dalam video itu tampak dua kelompok remaja saling menyerang menggunakan bom molotov dan senjata tajam, sementara suasana di Jalan Raya Kampung Tengah terlihat kacau dan mencekam.
Peristiwa tersebut kembali menegaskan bahwa tawuran masih menjadi ancaman nyata bagi warga sekitar. Polisi memastikan proses penyelidikan tidak akan berhenti sampai pelaku ditangkap dan situasi di wilayah Pasar Rebo kembali terkendali.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan ANTARA, dengan penulisan oleh Siti Nurhaliza dan penyuntingan oleh Edy Sujatmiko.





