Hitung mundur menuju usia ke-500 Jakarta mendadak jadi bahan perbincangan publik. Bukan karena acaranya, melainkan karena instalasi digital countdown yang terpasang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, memicu beragam reaksi setelah videonya ramai dibahas warganet. Ada yang menganggap penanda itu muncul terlalu cepat, mengingat perayaan masih sekitar 750 hari lagi.
Rano Karno Anggap Wajar
Menanggapi sorotan tersebut, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menilai pemasangan countdown itu bukan hal yang berlebihan. Ia menyebut jarak menuju 2027 justru terasa masuk akal jika dikaitkan dengan persiapan menyambut ulang tahun Jakarta yang ke-500.
Rano bahkan membandingkannya dengan pengalaman dirinya bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung yang baru menjalani 100 hari masa kerja. Menurut dia, waktu bisa berlalu sangat cepat, sehingga hitungan mundur menuju momen besar ibu kota bukan sesuatu yang aneh untuk dimulai lebih awal.
Simbol Persiapan Menuju Lima Abad Jakarta
Instalasi digital di Bundaran HI itu memang dipasang sebagai bagian dari rangkaian persiapan HUT Jakarta ke-500 pada 2027. Rano menegaskan, countdown tersebut bukan sekadar pajangan visual, melainkan penanda bahwa Jakarta sedang bergerak menuju perayaan bersejarah.
Ia juga menanggapi anggapan sebagian pihak yang menyebut pemasangan itu sebagai pemborosan anggaran. Rano menilai langkah tersebut memiliki tujuan jelas, yakni menyambut momentum penting bagi kota yang segera memasuki lima abad usia.
Jabatan Masih Berjalan hingga 2030
Di sisi lain, Rano mengingatkan bahwa masa jabatan dirinya dan Pramono Anung masih berlangsung sampai 2030. Karena itu, menurut dia, tugas mereka tidak berhenti hanya karena hitungan mundur menuju 500 tahun Jakarta sudah dimulai lebih awal.
Dengan demikian, countdown di Bundaran HI bukan hanya soal angka yang terus bergerak ke belakang. Bagi pemerintah daerah, instalasi itu juga menjadi penanda bahwa Jakarta tengah menyiapkan diri menyongsong fase baru dalam sejarah panjangnya.





